Titah

oleh: john ferry sihotang

sehelai benang perak uban rambutku
dan uban rambutmu
adalah lukisan cakrawala
di sana mesin mesin tua
di telan dahaga jiwa
nada dadaku
ingin pulang padamu

aku berjiwa dengan semesta
saat embun bersama tanah basah
saat langit sunyi bintang memudar
saat awan tersedak isak hujan
mendendang tembang lagu jiwamu

aku kenang kembali awal jumpa kita
cetus percik api
lalu dawai dawai hati
lalu rindu rindu sepi
aku abumu saat sebatang kayu
kamu apiku saat malam berlalu

dada kita nama bersama

aku ayunkan kembali langkahku
di titah itu
di tanya itu
Tuhan datang di tidur malamku
ke bukit-bukit memantul sunyi
ke akar rumput-rumput mati

pernahkah aku dan kau jadi satu, di bibirNya?

2010

Gadis Pemikat

oleh: john ferry sihotang

rinduku telah menganak sungai
di lembah-lembah terjal sunyi
bawa daun-daun kering ke hilir sukma
cumbu rayu bibir samudra asa

telah kutabuh genderang perang di ceruk malam
berteriak di bukit-bukit muram
esok langit akan kutantang di atas pelangi-pelangi
kabut akan kurobek di ladang-ladang
ombak pun akan ku halau di karang-karang
demi seuntai diksi kerinduan

ah, lolongan mahlukmahluk ini mengharu biru
burung rimba malam pun menangis pilu
menyayat hati si pengelana rindu
dan panah jiwa memeluk cemas risau

siapakah engkau wahai kecantikan
hingga ranting-ranting tak ingin jatuh
hingga katak-katak berdoa teguh
hingga serat emas tak rela disepuh
hingga tebing-tebing tak ingin runtuh
dan bidadari-bidadari turut bersorak riuh

apakah engkau gadis pemikatku?

2010

Cahaya

oleh: john ferry sihotang

kita peziarah di panggung sunya
getir silih ganti irama doa
cemas tiup giring detak nada
air mata redup peluk tawa bahagia
cahaya keluar dari balik puisi

kujumpa surga di bilik senyummu

dan engkau kebenaran masa kecilku
riang mainnya singkap kerudung pagiku
pulang rindunya singsing kelambu malamku
liuk lambainya pandu tarian hujanku
urai detiknya hitung kulit usiaku

kusapa Tuhan di pelangi wajahmu

pun kerinduan waktu akan turun ke bumi
berulang dalam hasrat kelana tualang
saat pukau menyatu dalam kala abadi
jiwa buana petik putik padi
menyusuri nadi nadi semadi

kubawa matahari berlabuh di tubuhmu
borneo, 28 mei 2010

(selamat hari raya waisak 2554)